Jika tidak ada…

Seandainya, di masa remaja kayak kita ini gak ada yang namanya cinta, ngeceng, ato pacaran(ama teman lawan jenis) jadi adanya cuman teman, sahabat, dan sahabat dekaaatt banget. Trus perasaan cinta itu cuman bisa kita rasain pas ntar dewasa aja. Gimana ya rasanya? Menurutku, tampaknya lumayan menyenangkan. Soalnya, kita gak akan ketemu dengan kata ‘geer’, ‘cemburu’, dsb.

Klo menurut kalian gimana? Pikirin untuk masa sekarang aja. Jangan pikirin yang masa depannya dulu…

4 comments so far

  1. biela on

    ya..
    ngeceng boleh kan?

    hidup tanpa cinta..
    bagai taman tak berbunga *nyanyi*

    xixi,,

  2. ninies on

    kalo mikir untuk saat ini,
    kayaknya ga enak deh..

    soalnya.. saat ini kan untuk pelajaran di masa yang akan datang,,

  3. ilustratorlemot on

    tapi untuk kehidupanku yang sekarang, aQ sedang tidak butuh cinta…

  4. phrostypoison on

    ‘geer’, ‘cemburu’, bahkan ‘cinta’ sendiri itu gak akan bisa hilang dan lepas dari dunia ini.

    selama kita udah lewat masa puber dan terjadi interaksi antara pria dan wanita, bakal terus terjadi.

    sekaligus untuk mencegah homoseks (termasuk lesbian)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: