Pikiran yang terlalu dini untuk dipikirkan…

Kemarin malam, entah napa tiba2 aQ memikirkan ini…

Sebuah keinginan yang terlalu dini sekali untuk kupikirkan..

Seandainya bisa,
aQ ingin punya keluarga yang shaleh..
Shalat, berjamaah dengan keluarga…
Baca Al-Quran setiap minggu, bersama dengan keluarga…
Setiap anggota keluarga masuk ke rumah, mengucapkan salam, dan dengan serempak semua anggota keluarga yang berada di dalam rumah membalas salam tersebut…
Subhanallah, indah banget…

Tapi yang pasti sebelum itu, aQ harus mencari seorang pendamping yang shaleh dulu…
Dan sebelum mencari pendamping yang shaleh, aQ juga harus menjadi perempuan yang shalehah juga…
Dan sekarang, aQ masih dalam perjalanan menuju perempuan yang shalehah itu…
Lalu saat aQ telah menemukan pendampingku, aQ akan selalu setia padanya…
aQ akan berusaha menjaga hubungan itu tetap kokoh, tetap tentram, dan tetap terjaga…
Apabila terjadi konflik, aQ akan menghadapinya dengan sabar..
Lalu apabila pendampingku mulai naik darah, aQ akan berusaha untuk tidak terpancing marah, dan meminta kepadanya untuk Wudhu..
Dan menyelesaikan masalah itu dengan kepala dingin…

Kemudian, seandainya aQ mempunyai anak…
Saat ia dalam perjalanan menuju dewasa, aQ akan mengajarinya dan membuatnya terbiasa dengan Islam…
aQ akan mengajarinya shalat, memberitahu padanya klo kita wajib shalat 5 waktu, mengajarinya puasa, mengajarinya mengaji…
Dengan hati yang sabar…
Lalu, membuatnya memiliki keinginan untuk mulai menggunakan jilbab…
aQ tidak akan memaksanya, tapi akan membuatnya agar ingin menggunakan jilbab…
Tidak sekaligus, tetapi pelan-pelan…
Hhh… Ingin sekali seperti itu…

Mengapa aQ memiliki keinginan seperti itu?
Jujur saja, karena keluargaku bukanlah keluarga yang seperti itu…
Keluargaku hampir bisa dikatakan kebalikannya.. Kasarnya…
Shalat 5 waktu berjamaah dengan keluarga, hampir tidak pernah dilakukan…
Apalagi mengaji bersama…
Ditambah lagi hubungan kedua orang tuaku yang memburuk…
Melihat keluarga teman2ku yang tidak seperti keluargaku, rasanya iri…
Sangat susah menerima kenyataan kalau keluargaku seperti ini…
Kasihan sekali anak yang keluarganya sama sepertiku…
aQ bisa ngerti gimana susahnya memiliki keluarga yang seperti itu…
Susah dijelaskan…
Perjuangannya untuk menerima tidak ada kata “kebersamaan” dalam keluarga, yang didapat hanyalah kata “perpecahan”…
Apakah orang tua anak itu tidak memikirkan bagaimana nasib anaknya itu?
Egois…

Karena itu di masa depan, aQ tidak ingin anakku merasakan penderitaan yang sama denganku…
Bukan berarti aQ akan memanjakannya…
Tapi jangan sampai kejadian yang kualami ini terulang…
Kasihan mereka… Kasihan masa depan mereka…
Alhamdulillah, ada anak2 yang keluarganya sepertiku ini bisa mengambil jalan yang benar…
Walaupun ada juga yang sebaliknya…

———————————————————————————————-
Hahahahahahahahaha….. Keliatannya aQ terlalu gimaannaa gitu ya? Hanya ingin mengutarakan apa yang sedang kupikirkan. Pliiss, jangan ketawa dulu lah klo ada sesuatu yang salah.. aQ malu nyuu.. :”>

11 comments so far

  1. joesatch on

    nggak terlalu dini, kok. aku malah bilang, sangat dewasa untuk cewe seusiamu🙂
    mimpi dan cita-citalah yang membuat manusia bisa terus “hidup”.

  2. Kira Yamato on

    aaa…
    kenapa saya juga sering berpikir akan hal yang demikian..? cita-cita kita sama…? tapi, satu hal yang membuatku bingung.. itu saja…

  3. ninies on

    cewek seusia qtah kan udah dewasa kan nggi!
    waqaqaqaqaqaqaqaqqqq!!!!

  4. ninies on

    nies salut kmuh pnya pikiran gtu nyu!
    nies jga pnah mkir gt..
    tpi ga spesifik kyak kmuh,, n_n

    psti yang jdi anak anggi seneng deh,, :p

  5. mamai on

    nggie, taw ngga?
    aq jg suka ksel klo ortu lg perang dngin…
    dan belakangan sering banget..
    jd males di rumah…

  6. finyot on

    apalagi saiah. udah hampir sebulan lebih ortu berantem terus…….

  7. biela on

    g terlalu dini..
    wajar ituh
    q mah udah dri dlu pngen kyk gitu..

    cari suami kudu setia, sekali dia pernah selingkuh (wlwpn bkn ama kita) tetep No way!
    haduh, ada yg secita2 y?mencurigakan euy,,

  8. finkz on

    semua orang juga pasti pernah kepikiran ini.

  9. ilustratorlemot on

    hehehe.. berarti aQ gak sendirian dong..:P

  10. miman_leoric on

    nggak……..
    wajar kok kalo kepikiran seperti itu
    tapi sebagai cewek harus selektif memilih calon pendamping hidup nya ^ ^

  11. Syarif Hidayat on

    pastikan semua juga ingin skali pada hidup bahagia tapi kenyataannya manusia itu sendiri gak mau tuk diajak ke jalan yang bener eh malah justru maonya ngikutin hawa nafsunya aja, jujur terus terang aja deh , siapa orang yang hidupnya selalu ngikutin kemauan nafsunya aja jangan harap bisa bahagia malah justru sengsara selamanya. jadinya waspadalah jangann mudah terjebak dengan bujuk rayu setan , udah dulu yah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: