Archive for February, 2007|Monthly archive page

Sebuah perumpamaan dari perasaanku…[end]

aQ masih terus berlari di jalan ‘Putus Harapan’, masih tetap meneteskan air mata…
aQ tidak tahu dimana ujung dari jalan ini…
Sang Surya masih belum menampakkan dirinya…
Lelah aQ berlari, maka aQ melambatkan lariku dan mulai berjalan…
aQ menundukkan kepala, tidak tahu apa yang harus dan yang semestinya kulakukan…
Badanku sudah menggigil kedinginan…
Ingin berteduh, tapi sama sekali tidak ada tempat untuk berteduh..
aQ berhenti, terdiam, berpikir…
“Apa yang sekarang harus kulakukan? Benar-benar sudah tidak ada harapan lagi…”
Hujan turun semakin deras, udara semakin dingin, tubuhku semakin menggigil…
Kupejamkan mataku, pasrah…
aQ tidak tahu apa yang akan terjadi padaku nanti kalau aQ terus berdiri disini…
Pikiranku kosong…

Terdengar suara langkah beberapa kaki sedang berlari…
Semakin lama suara itu semakin membesar…
Suara itu mendekatiku dan berhenti…
aQ merasa ada beberapa orang disekitarku…
Kubuka mataku, kutegakkan kepalaku…
Siapa mereka? Pertanyaan itulah yang terlintas di benakku…
Raut wajah mereka seperti mengenaliku, tapi aQ tidak mengenali mereka…
Mereka semua menggunakan payung, ada yang menggunakan jaket tebal, sweater hangat…
Hhh.. Ingin sekali aQ menggunakan jaket tebal itu.. Atau tidak sweater…
Tiba-tiba satu orang dari mereka yang membawa payung itu memayungiku…
Seseorang yang menggunakan jaket tebal itu melepaskannya jaketnya dan mengenakannya padaku…
Rasanya semua keinginanku itu dapat dibaca oleh mereka…
Siapa mereka??
Lalu, mereka mengiringiku di setiap jalanku…
Perasaanku mulai membaik…
Tapi aQ tetap diam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun..

Di ujung jalan sana, terlihat seorang lelaki yang sedang menunggu seseorang…
Dia menggunakan payung dan raut wajahnya tampak khawatir sekali…
Pasti orang yang ditunggu olehnya senang sekali bersamanya…
Terlintas kenangan saat bersama Sang Surya…
Tiba-tiba rasanya hatiku sakit sekali…
Seperti ditusuk…
Sambil berjalan, aQ memegang dadaku, meyakinkan hatiku…
“Dia akan kembali. Pasti..”
Tapi, itu sama sekali tidak bisa menghiburku…
Langkah kami terhenti di depan orang yang kulihat tadi…
Mataku dan orang itu saling bertatapan…
Lalu dia tersenyum hangat, menyambut kedatanganku, dia sangat senang akan kehadiranku…
Kemudian badanku di dorong menuju lelaki itu oleh orang-orang yang mengiringiku..
Akhirnya aQ mengeluarkan suaraku, “Siapa dia?”
“Dia adalah ‘Sang Surya’ barumu,” jawab seseorang yang memayungiku tadi.
“Dia akan memberimu kehangatan yang tidak akan kalah dengan ‘Sang Surya’mu dulu,” jawab seseorang yang mengenakan jaketnya padaku.
Dan satu orang lagi mendekatkan bibirnya ke telingaku dan membisikkan sebuah kalimat yang benar-benar membuatku sadar, “Lihatlah duniamu. Banyak sekali yang mau menghangatkanmu. Sebenarnya banyak sekali ‘Sang Surya’mu. Tapi kau terlalu terpaku pada 1 Surya. Bangunlah dan lihatlah duniamu lagi…”
Iya, benar apa yang dikatakannya…
Sebenarnya masih banyak ‘Sang Surya’ di sekitarku. aQ terlalu terpaku padanya. Terpaku pada 1 Surya. Padahal sebenarnya aQ bisa menemukan ‘Sang Surya’ lainnya. Perjalanan ini masih panjang dan aQ tidak boleh seperti ini terus…
aQ kembali tersenyum…
Mereka membalas senyumanku dan pergi…
Kemudian aQ melanjutkan perjalananku bersama ‘Sang Surya’ku yang satunya lagi…
Walaupun hujan semakin deras dan udara semakin dingin, tetapi kehadirannya disebelahku memberiku sebuah kehangatan yang belum pernah Sang Surya berikan…
Dan aQ yakin walaupun Sang Surya tidak ada, aQ masih tetap bisa tersenyum bahagia…
Suatu saat, Sang Surya pasti kembali lagi…

Advertisements

Happy Happy Birthday, Onii-san…

O tanjoubi omedetto gozaimasu, onii-san…
(artinya, cari di kamus)

maaf ucapannya cuman lewat surat ama lewat blog..
tapi kadonya udah nyampe kan?
hehe.. maaf nyuu gak ngebeliin kalkulator.. 😀
ade nyari kado bwat kakak itu susahnya minta ampuuunnn!!!
jadi, kadonya dipake ya… n_n

tampaknya ade kebanyakan minta maaf ya? 😛

Udah janji, trus batal, pasti sakit..

Kalian punya janji, trus janji itu udah ditunggu-tunggu, karena bisa saja di hari lain ga akan bisa lagi, kamu udah nunggu beberapa jam. Pas udah ketemu dengan orangnya, ternyata dibatalin…

Sakit gak?

Sedih gak?

Ini adalah pengalaman yang kualami kemaren..

Gimana gak sakit?? Gimana gak sedih?? Gimana gak kesel???

Apa seharusnya aQ bisa lebih pengertian lagi ama orangnya itu?

Apa yang seharusnya kuperbuat??

Hhh.. Menyebalkan…

Back to ‘Percayalah’…

Seandainya dapat ku melukiskan

isi hatiku untukmu
Seandainya kaupun harus tahu
lelah hatiku bila kau jauh

reff:
Namun kupendam rasa
Ku hanya ingin kau bahagia
Jalani yang kau pilih
Jangan risaukan aku

Percayalah kasih
cinta tak harus memiliki
Walau kau dengannya
namun ku yakin
hatimu untukku

Percayalah kasih
cinta tak harus memiliki
Walau kau coba lupakan aku
tapi ku kan s’lalu
ada untukmu

Seharusnya kaupun menyadari
resah hatiku bila kau dengannya
Seharusnya akupun tak berharap
miliki dirimu seutuhnya
Namun kupendam rasa
Ku hanya ingin kau bahagia

Ini adalah lagu terjadul yang ku post ulang. Akhirnya aQ bisa ngerti maksut lagu itu. aQ ngerti banget! Mungkin karena aQ pernah mengalami atau… Emang lagi ngalamin ya?

Sebuah perumpamaan dari perasaanku…

Matahari bersinar cerah…
Dengan senyuman yang menghiasi wajahku, aQ berjalan di sebuah jalanan yang lurus, panjang dan tidak kuketahui ujungnya..
Di pinggir jalan itu terdapat rerumputan hijau, dengan berbagai macam bunga yang harum semerbak…Saking bahagianya, aQ memutuskan untuk menempuh perjalanan ini dengan berlari. Setelah itu, aQ berjalan sambil lompat-lompatan..
Yang penting aQ senang dan bahagia selama perjalanan itu..

Lalu, aQ bertemu dengan jalan yang terbagi menjadi dua dengan panah di tengah yang menunjukkan kalo aQ belok kiri menuju jalan ‘Berharap’ dan yang satunya lagi menuju jalan ‘Putus Harapan’.
Tanpa memikirkannya lama lagi, dengan semangat tinggi aQ segera berlari ke arah kiri..
Lalu aQ terus berjalan di jalan itu..
Matahari masih saja menyinariku. Dan di sekelilingku masih saja ada rerumputan hijau dan bunga yang harum semerbak..
Senyumanku pun belum memudar…
3 kali aQ bertemu dengan jalan yang terbagi dua itu, 3 kali aQ bertemu dengan dua panah itu, dan 3 kali aQ memilih jalan ‘Berharap’ dengan pasti…

Saat di tengah perjalanan, Sang Surya telah ditutupi oleh awan hitam. Awan hitam mulai mengeluarkan petir dan gunturnya. Dan turunlah hujan..
Hujan itu sangatlah deras dan sangat menyakitkan. Menusuk-nusuk tubuhku yang berlarian mencari tempat teduh. Serasa dihujani berjuta-juta jarum..
Tapi, aQ masih saja belum menemukan tempat untuk berteduh..
Kemudian, beberapa saat aku berhenti. Terdiam di bawah derasnya hujan yang membasahi badanku. Kupandang langit yang hitam. Tetesan air mataku tercampur dengan rintikan air hujan yang membasahi wajahku. Air mataku terus menerus mengalir dan terlintaslah ini di kepalaku..
“Apakah aQ dapat bersama Sang Surya itu lagi? Bisakah aQ bersamanya lagi? Bisakah aQ bersamanya selamanya? Bisakah aQ?”
Dengan cepat, aQ berlari menghindari derasnya hujan..
Tapi, cepatnya larianku tidak dapat menghapus air mataku…
Dengan nafas terengah-engah, aQ terhenti di depan panah itu lagi. Jalan mana yang kupilih sekarang? Jalan ‘Berharap’? Atau jalan ‘Putus Harapan’?
Biasanya aQ memilih jalan ‘Berharap’. Kenapa sekarang aQ jadi ragu-ragu untuk memilih jalan? Kenapa?
Berharap atau Putus Harapan??? Yang mana yang harus kupilih???
aQ benar-benar bingung saat itu..
Beberapa menit kuberdiri di depan panah, dan akhirnya aQ menentukan pilihan untuk menuju arah kanan, jalan ‘Putus Harapan’..
Diiringi suara isakan tangisku yang keras, aQ terus berlari, berlari, berlari, berlari dengan sangaat cepat…

Dan sampai sekarang pun, aQ masih tetap menangis dan berlari di jalan ‘Putus Harapan’ itu…

Pengumuman minggu ini!

Minggu ini, aQ…

  • Dilihatin hasil foto kelas. keren! aQ-nya gak kobe banget.. -_-“
  • Mendaftarkan diri untuk ikut lomba matematika se-Indonesia PUSIAD(bner kan namanya ini?) Lumayan loh hadiahnya.. 100 besar aja katanya udah dapat beasiswa. yang juara1 dapet 10juta.. $_$
  • Kemaren, aQ ama Biela di foto ama fotografer dari majalah Tempo. ntah aQ gak ngerti tujuannya apa. yang pasti aQ disuruh ama Iyo. Gak kobe semuanya!!
  • Mendaftarkan diri untuk ikut lomba bhs. inggris Spelling di Santa Maria katanya mah.. bwat ntar tgl. 8 Maret, katanya mah..
  • aQ di kelas, ranking 3, di sekolah ranking 30

Alhamdulillah… n_n

*sujud syukur*

Beberapa minggu yang lalu dan sangat BASBANG, di secarik kertas tertulis ini…

Anggita Ghassani Putri 9.5

Bunyo! Sakit hati banget!

Penjelasan: 9.5(bilangnya sembilan titik lima) itu adalah kelas pemantapan yang penentuan kelasnya berdasarkan nilai Matematika. Ntah diurut atau diacak, aQ gak ngerti…

aQ c berharap kalo penentuan kelasnya itu diacak. Tapi keesokan harinya, ada ralat penentuan kelas. Berharap kelasku naik ke tingkat yang lebih tinggi. Lalu, kulihat kertas itu..

Anggita Ghassani Putri 9.5

-_-” Oke, bagus, gak ada perubahan. Klo gak salah setelah itu pas istirahat ke-2, I exploded into tears..

Hari-hari aku lewati di kelas 9E alias di 9.5

Hari Jumat, kemaren, ada yang bilang kalo aQ masuk 50 besar se-sekolah. Alhamdulillah sangat kalo bener. Gak nyangka juga bisa masuk 50 besar se-sekolah. Pulang sekolah, ketemu Bu Midah, Sang Wali Kelas 9F. Trus ada temen aQ yang lagi berdiri di sebelah Bu Midah, ngelihatin secarik kertas. Penasaran. aQ ngikut lihat… Mata terbelalak, gak nyangka sangat.

Anggita Ghassani Putri | 3 | 30 |

artinya ranking 3 se-kelas dan ranking 30 se-sekolah!

Gak percaya, banget! Alhamdulillah! Allahu Akbar!! nyuuuu…. n_n

Tapi aQ gak boleh terlalu seneng juga. aQ harus berusaha lebih baik lagi..! Semangat!!! Mohon do’anya ya, teman-teman…

Cukup sudah, aQ gak tahan lagiiiii!!!

Hhhh…

Bagi yang sudah membaca postan yang sebelumnya dan sudah meng-klik ‘warp portal’, pasti yang pertama kalian temukan adalah post yang mengatakan kalo blog baru aQ itu masih dalam perbaikan. Dan berhubung perbaikannya itu terhambat karena Sang Admin Domain Utama jadi jarang online lagi(di komp) dan aQ butuh bantuannya untuk perbaikan…

Tanpa blog, rasanya bagaikan tidak ada teman curhat

Begitulah menurutku…

“Kenapa gak ngepost aja di blog yang baru?”
Soalnya, aQ pengennya c.. selama masa perbaikan, dibiarin aja kosong… trus klo udah jadi semuanya, aQ bakal ngepost disana…

Trus saking banyaknya kejadian dan cerita yang mao aQ post di blog, jadi sementara aQ akan menetap disini lagi..

Oke, Tadaima…(aQ pulang)