Sebuah perumpamaan dari perasaanku…

Matahari bersinar cerah…
Dengan senyuman yang menghiasi wajahku, aQ berjalan di sebuah jalanan yang lurus, panjang dan tidak kuketahui ujungnya..
Di pinggir jalan itu terdapat rerumputan hijau, dengan berbagai macam bunga yang harum semerbak…Saking bahagianya, aQ memutuskan untuk menempuh perjalanan ini dengan berlari. Setelah itu, aQ berjalan sambil lompat-lompatan..
Yang penting aQ senang dan bahagia selama perjalanan itu..

Lalu, aQ bertemu dengan jalan yang terbagi menjadi dua dengan panah di tengah yang menunjukkan kalo aQ belok kiri menuju jalan ‘Berharap’ dan yang satunya lagi menuju jalan ‘Putus Harapan’.
Tanpa memikirkannya lama lagi, dengan semangat tinggi aQ segera berlari ke arah kiri..
Lalu aQ terus berjalan di jalan itu..
Matahari masih saja menyinariku. Dan di sekelilingku masih saja ada rerumputan hijau dan bunga yang harum semerbak..
Senyumanku pun belum memudar…
3 kali aQ bertemu dengan jalan yang terbagi dua itu, 3 kali aQ bertemu dengan dua panah itu, dan 3 kali aQ memilih jalan ‘Berharap’ dengan pasti…

Saat di tengah perjalanan, Sang Surya telah ditutupi oleh awan hitam. Awan hitam mulai mengeluarkan petir dan gunturnya. Dan turunlah hujan..
Hujan itu sangatlah deras dan sangat menyakitkan. Menusuk-nusuk tubuhku yang berlarian mencari tempat teduh. Serasa dihujani berjuta-juta jarum..
Tapi, aQ masih saja belum menemukan tempat untuk berteduh..
Kemudian, beberapa saat aku berhenti. Terdiam di bawah derasnya hujan yang membasahi badanku. Kupandang langit yang hitam. Tetesan air mataku tercampur dengan rintikan air hujan yang membasahi wajahku. Air mataku terus menerus mengalir dan terlintaslah ini di kepalaku..
“Apakah aQ dapat bersama Sang Surya itu lagi? Bisakah aQ bersamanya lagi? Bisakah aQ bersamanya selamanya? Bisakah aQ?”
Dengan cepat, aQ berlari menghindari derasnya hujan..
Tapi, cepatnya larianku tidak dapat menghapus air mataku…
Dengan nafas terengah-engah, aQ terhenti di depan panah itu lagi. Jalan mana yang kupilih sekarang? Jalan ‘Berharap’? Atau jalan ‘Putus Harapan’?
Biasanya aQ memilih jalan ‘Berharap’. Kenapa sekarang aQ jadi ragu-ragu untuk memilih jalan? Kenapa?
Berharap atau Putus Harapan??? Yang mana yang harus kupilih???
aQ benar-benar bingung saat itu..
Beberapa menit kuberdiri di depan panah, dan akhirnya aQ menentukan pilihan untuk menuju arah kanan, jalan ‘Putus Harapan’..
Diiringi suara isakan tangisku yang keras, aQ terus berlari, berlari, berlari, berlari dengan sangaat cepat…

Dan sampai sekarang pun, aQ masih tetap menangis dan berlari di jalan ‘Putus Harapan’ itu…

1 comment so far

  1. Si Iyo on

    ada apa nggie? kenapa putus harapan?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: