Berbicara pada diriku yang sebenarnya[private]

Suatu hari, aQ memejamkan mata. Mencoba menemui diriku di ‘dunia lain’. Diriku di dalam hatiku.. Diriku yang sebenarnya… Setelah beberapa lama aQ menyelusuri diriku, akhirnya aQ menemuinya. Kemudian, aQ mencoba untuk berbicara dengannya..
Kenapa kamu ******** dia?
Hah?
Iya.. Kenapa?
Karena aQ ingin…
Bohong!! Sebenernya kamu gak ingin seperti itu kan??
Iya, bener.. aQ emang pengen..
Gak! Gak mungkin!!!
Beneran..
Benarkah yang kamu ucapkan itu, yang kamu jawab itu dari hatimu?
Itu…
Itu bukan dirimu yang sebenarnya kan? Kamu bohong kan??? Kamu hanya menutup-nutupi saja kan??? Sebenarnya kamu gak ingin kayak gini kan??
……
Anggi!!
A.. Aku… Sebenarnya aQ gak mau kayak gini…
Bener kan?
Tapi aQ harus melakukannya! Kalau tidak, nanti aQ…
Jadi, kenapa kamu melakukannya?
Karena itu harus. Itu yang harus kulakukan…
Tapi, kamu tidak mesti melakukan itu? pasti ada cara lain.. Pasti ada cara keluar lain dari masalah ini selain melakukan itu kan?
Enggak.. Setelah kupikir ulang lagi, ******** dia sudah merupakan penyelesaian dari semua masalah. Itu sudah mencakupi semuanya…
Apa kamu kuat untuk melakukannya?
Sebenarnya, tidak.. Tapi aQ harus.. Harus melakukannya… Yang kulakukan ini pasti membuahkan hasil.. Iya, pasti…
….. Baiklah kalo gitu.. Kalo memang itu yang memang harus kamu lakukan. aQ tidak bisa memaksamu untuk melakukan cara lain… Tapi dengan kamu melakukan ini, pasti bisa ********* yang lain yang pasti lebih baik… Tetap kuat dan tabah ya…
Iya, makasih banyak ya…
Sama-sama…🙂

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: